Interjection adalah
kata yang menunjukan suatu emosi atau ekspresi. Bisa digunakan sebagai
pelengkap. Interjections tidak memiliki fungsi gramatikal dan tidak menjadi
bagian dari kalimat. Jika Interjection dihilangkan, si kalimat masih tetap
memiliki arti dan rasa. Jadi Interjection maa bisa berdiri sendiri.
· Ouch! That
hurts.
· Well, I
need a break.
· Wow! What
a beautiful dress!
Ketika kamu
mengekspresikan sesuatu yang kuat, gunakanlah tanda seru (!). dan gunakan tanda
koma (,) untuk emosi yang lebih lemah.
Interjections bisa digunakan untuk keadaan
sebagai berikut:
1. Mengekspresikan
perasaan—wow, gee, oops, darn, geez, oh:
· Oops,
I’m sorry. That was my mistake.
· Geez!
Do I need to do it again?
· Oh, I
didn’t know that.
2. Mengucapkan ya atau
tidak—yes, no, nope:
· Yes! I
will do it!
· No, I
am not going to go there.
· Nope.
That’s not what I want.
3. Mencari
perhatian—yo, hey:
· Yo,
will you throw the ball back?
· Hey, I
just wanted to talk to you about the previous incident.
4. Menunjukan jeda—well,
um, hmm:
· Well,
what I meant was nothing like that.
· Um,
here is our proposal.
No comments:
Post a Comment