Verbs bias
disampaikan secara aktif maupun pasif. Dalam aktif, si subjek dan verb berhubungan
secara langsung: si subjeknya “melakukan” sesuatu. Namun dalam pasif, si
subjeknya bukan “melakukan sesuatu, tapi “terkene perlakuan”. Biasanya
terlihatnya bakal seperti ini “by + do-er” atau tidak terlihat seperti itu
dalam kalimat.
Pasif digunakan apabila kalimat ingin difokuskan pada si kata kerjanya, bukan ke si subjeknya. Jadi tidak penting siapa yang “melakukannya”.
Pasif digunakan apabila kalimat ingin difokuskan pada si kata kerjanya, bukan ke si subjeknya. Jadi tidak penting siapa yang “melakukannya”.
- The window is broken. (Tidak diketahui kan siapa yang memecahkan jendelanya?),
- The class has been canceled. (Kalimat ini focus pada “penggagalan pembukaan kelas. Jadi tidak diketahui siapa yang menggagalkannya.)
- The passive voice is often used. (The focus is on the passive voice. It is not important to explain who the writer is.)
Pasif harus dihindari
dan jangan digunakan bila kamu mau menulis sesuatu yang murni. Bagaimanapun
juga, dalam beberapa kasus, kamu butuh kalimat pasif untuk menegaskan suatu
kejadian, bukan si “lakon”nya.
- That building was built in 1990.
- The car was invented about a hundred years ago.
- I was told that Mary moved to a different country.
- Your business is appreciated.
- She was elected to city council.
- It was rumored that the company would lay off a few people soon.
- It is recommended that the billing process be shortened.
Kamu bias mengubah
aktif ke pasif dengan mudah. Objek yang ada di aktif menjadi subjek yang ada di
pasif. Si kata kerjanya berubah menjadi “be” verb + past participle (V3). Si
subjek dalam kalimat aktif diikuti dengan kata “by” atau boleh juga ga sipake
si subjeknya.
- Sam wrote a letter to Jamie.
- A letter was written to Jamie by Sam.
- The government built a new bridge.
- A new bridge was built by the government.
- I recommend that you apply for this position.
- It is recommended that you apply for this position.
No comments:
Post a Comment